BAB I
PENDAHULUAN
LIDAH BUAYA (ALOE VERA) UNTUK WANITA PENDERITA PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA USIA DIATAS 30 TAHUN
ALOE VERA FOR WOMAN WITH DIABETES MELITUS OVER 30 YEARS
Rahmiati Annisa
Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat Sungai Besar
Banjarbaru Selatan Kalimantan Selatan
E-mail: rahmiyatiannisa@gmail.com
ABSTRAK
Lidah buaya (Aloe vera) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit bahkan untuk penyakit diabetes melitus. Tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Lidah buaya mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, saponin yang berfungsi sebagai anti mikroba dan 20 dari 22 jenis asam amino. Diabetes Mellitus atau disebut juga dengan kencing manis adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi. Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) menyebabkan tumpahan glukosa ke dalam urin, sehingga muncul istilah kencing manis. Diabetes terbagi menjadi 2 type, yaitu diabetes type pertama (IDDM=Insulin Dependent Diabetes Melitus) Pada dibetes ini tubuh sama sekali tidak memproduksi insulin. Pada diabetes type ini sel-sel penghasil insulin pada pankreas mengalami kerusakan. Diabetes ini biasaya diderita sejak kecil. Diabetes tipe dua (NIDDM=Non Insulin Dependent Diabetes Melitus)
Pada diabetes tipe ini, orang yang bersangkutan tidak mengalami kerusakan pada sel-sel penghasil insulin yang terdapat dalam pankreasnya. Apanila diteliti orang tersebut menghasilkan insulin,namun insulin tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Diabetes tipe dua ini biasanya merupakan penyakit keturunan.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada saat ini sangat banyak terdapat berbagai macam penyakit. Baik penyakit yang sudah ditemukan pengobatannya hingga penyakit yang sampai sekarang masih belum ditemukan obatnya. Tetapi Indonesia terkenal memiliki banyak tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat. Baik untuk menhahan rasa sakit maupun untuk menyembuhkan suatu penyakit sekalipun. Untuk penyakit yang ringan dapat menggunakan obat yang traditional dengan menggunakan rempah-remoah yang mudah didapatkan. Untuk penyakit yang berat mungkin hanya meringankan bukan untuk menyembuhkan. Biasanya tanaman ditemukan didaerah-daerah yang terjangkau, tergantung keaktifan masyarakat untuk mencari tahu.
Untuk meringankan pengobatan terutama pada penyakit yang dapat menyebabkan kematian, digunakanlah obat-obat tradisional. Misalnya pada penyakit diabetes melitus, penyakit ini dapat menyebabkan kematian dan penderita ketergantungan akan obat-obatan.
Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang sangat umum terjadi di Indonesia, diabetes melitus mempunyai 2 type yang disebabkan oleh faktor keturunan dan gaya hidup yang kurang sehat. Salah satu pengobatannya adalah menggunakan tanaman yang ada disekitar lingkungan, yaitu tanaman lidah buaya. Lidah buaya sering digunakan untuk pengobatan diabetes melitus type pertama. Lidah buaya merupakan tanaman yang sangat banyak ditemui di Indonesia. Lidah buaya mempunyai lendir-lendir yang sangat bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes melitus, bagi orang dewasa maupun orang yang sudah lanjut usia yang tidak dapat disembuhkan lagi.
Tanaman lidah buaya juga mempunyai manfaat lain, seperti memanjangkan rambut, mengurangi minyak berlebih pada wajah dan masih banyak lagi. Tidak banyak yang tau bahwa lidah buaya sangat bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit diabetes melitus. Bisa langsung digunakan dengan cara yang mudah yaitu ambil lendir-lendir yang ada pada lidah buaya pada saat dikupas kemudian dioleskan pada bagian yang diinginkan. Selain itu dapat juga langsung diminum. Namun saat ini tanaman lidah buaya semakin berkurang, karena banyak yang tidak melestarikan dan ada pula faktor lain seperti cuaca.
Penyakit diabetes melitus mempunyai 2 tipe, yaitu tipe pertama IDDM dimana pasien harus memakai insulin secara terus menerus seumur hidupnya atau ketergantungan. Adapun tipe dua yaitu NIDDM dimana pasien tidak ketergantungan dengan insulin. Gejala-gejala diabetes melitus biasanya sering haus, sering kencing, mudah lelah, luka yang sulit sembuh dan lain sebagainya. Obat untuk diabetes melitus adalah glibenklamid.
Adapun gejala-gejala penyakit diabetes adalah seringnya buang air kecil, sering minum, sering lelah, mudah mengantuk. Penyakit ini sangat sering dijumpai dikalangan masyarakat, selain obat yang sulit ditemukan dan juga karena faktor keturunan yang semakin tahun semakin meningkat.
B. RUMUSAN MASALAH
Apakah yang dimaksud dengn penyakit diabetes melitus?
Bagaimana cara pengobatan penyakit diabetes melitus?
C. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meringankan biaya pengobatan bagi penderita penyakit diabetes melitus, untuk menambah wawasan penemuan baru yang hasilnya dapat bermanfaat bagi mayarakat sekitar. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengurangi angka kematian pada penderitanya. Untuk memanfaatkan tanaman yang ada di Indonesia dan dapat dibudayakan.
BAB II
ISI
2.1. Lidah Buaya
Lidah buaya merupakan tumbuhan yang sangat dikenal dikalangan masyarakat sejak jaman nenek moyang. Lidah buaya sering dijumpai pada dataran yang banyak air, namun sekarang sudah mulai jarang ditemukan dikalangan masyarakat. Seperti yang sudah banyak kita ketahui lidah buaya banyak memiliki manfaat, diantaranya adalah untuk mengobati penyakit diabetes melitus. lidah buaya biasanya langsung diminum atau dibuat nata de coco.
Lidah buaya (Aloe vera) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manfaat tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan. Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri.
Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta, sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.
Lidah buaya mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, saponin yang berfungsi sebagai anti mikroba dan 20 dari 22 jenis asam amino. Dalam penggunaannya untuk perawatan kulit, Aloe vera dapat menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Aloe vera juga mengandung asam folik yang melindungi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tubuh yang seringkali terefleksi pada kulit. Dengan beragam manfaat yang terkandung dalam lidah buaya, pemanfaatannya kurang optimal oleh masyarakat yang hanya memanfaatkannya sebagai penyubur rambut
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Lidah_buaya.Diakses tanggal 10 mei 2017.
Dari literatur diatas dapat disimpulkan bahwa lidah buaya banyak terdapat disekeliling kita. Lidah buaya banyak dimanfaatkan untuk sarana kecantikan baik digunakan langsung secara alami maupun dibuat suatu produk yang siap pakai. Tanaman lidah buaya memiliki zat-zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh dari luar maupun dari dalam.
2.2. Penyakit Diabetes Melitus
Diabetes Mellitus adalah penyakit dimana kadar gula darah seseorang berlebihan, sering juga disebut dengan kencing manis. Diabetes melitus terbagi menjadi dua tipe, tipe pertma adalah IDDM, dimana pasien harus memakai insulin secara terus menerus seumur hidupnya atau ketergantungan. Adapun tipe dua yaitu NIDDM dimana pasien tidak ketergantungan dengan insulin. Gejala-gejala diabetes melitus biasanya sering haus, sering kencing, mudah lelah, luka yang sulit sembuh dan lain sebagainya. Obat untuk diabetes melitus adalah glibenklamid.
Diabetes Mellitus atau disebut juga dengan kencing manis adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi. Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) menyebabkan tumpahan glukosa ke dalam urin, sehingga muncul istilah kencing manis. Darah selalu memiliki beberapa glukosa karena tubuh membutuhkan glukosa untuk energi. Tapi terlalu banyak glukosa dalam darah tidak baik untuk kesehatan.
Glukosa berasal dari makanan yang dimakan dan juga dibuat dalam hati dan otot. Darah membawa glukosa ke semua sel dalam tubuh. Insulin adalah zat kimia (hormon) yang dibuat oleh pankreas. Pankreas melepaskan insulin ke dalam darah. Insulin membantuk glukosa dari makanan masuk ke dalam sel tubuh. Jika tubuh tidak membuat cukup insulin atau jika insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh. Akibatnya, glukosa ini tetap berada dalam darah.
Diabetes terbagi menjadi 2 type, yaitu :
Diabetes type pertama (IDDM=Insulin Dependent Diabetes Melitus)
Pada dibetes ini tubuh sama sekali tidak memproduksi insulin. Pada diabetes type ini sel-sel penghasil insulin pada pankreas mengalami kerusakan. Diabetes ini biasaya diderita sejak kecil. Kerusakan sel-sel tersebut biasanya disebabkan oleh serangan viirus. Virus tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel-sel penghasil insulin dan menyebbkan sakit diabetes. Diabetes juga mudah terjangkit jika orang tersebut memiliki fakytor mudah terkena virus. Hal ini bukan berarti orang tersebut langsung menderita diabetes sejak lahir tetati orang tersebut cenderung lebih mudah terserang virus penyebab diabetes dibanding orang lain. Virus tersebut menyebabkan peradangan pada kelenjar pankreas sehingga insulin tidak dapat keluar.
Menurut penyelidikan, anak-anak yang menderita influensa (batuk/pilek) serta pada saat daya tahan tubuhnya menurun lebih mudah terserang penyakit ini. Beberapa virus penyebab gondongan dan penyakit kulit tertentu (koksaki). Mempunyai potensi merusak pankreas sehingga dapat menyebabkan timbulnya diabetes. Pankreas juga dapat rusak karena minum-minuman yang mengandung alkohol. Oleh karena itu peminum alkohol lebih berpotensi menderita penyakit diabetes.
Apabila tubuh tidak mengeluarkan insulin sama sekali, tubuh jug tidak dapat mengatur kadar gula dalam darah. Meskipun orang yang bersangkutan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung banyak gula, oramg tersebut sama sekali tidak memperoleh tenaga. Bahkan orang tersebut daapat terserang penyakit-penyakit lain karena dalam darahnya mengandung banyak gula yang dapat mengakibatkan kerusakan bagian-bagian tubuh yang lain misalnya ginjal. Kondisi ini disebut komplikasi. Penderita diabetes tipe ini selalu membutuhkan insulin semasa hidupnya. Oleh karena itu diabetes tipe ini terkenal dengan diabetes yang tergantung pada insulin atau Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM).
Diabetes tipe dua (NIDDM=Non Insulin Dependent Diabetes Melitus)
Pada diabetes tipe ini, orang yang bersangkutan tidak mengalami kerusakan pada sel-sel penghasil insulin yang terdapat dalam pankreasnya. Apanila diteliti orang tersebut menghasilkan insulin,namun insulin tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Diabetes tipe dua ini biasanya merupakan penyakit keturunan. Biasanya apabila terdapat anggota keluarga yang menderita diabetes tipe dua ini, kemungkinan ada anggota keluarga lain yang juga akan menderita diabetes.
Meskipun demikian akan sulit menentukan siapa yang akan menderita diabetes. Para ahli mengajukan kemungkinan seseorang dapat menderita diabetes apabila dalam keluarganya juga terdapat orang yang menderita penyakit diabetes. Presentasi kemungkinan tersebut sebagai berikut:
Jika kedua orang tuanya (ayah dan ibu) merupakan penderita diabetes melitus’ kemungkinan anaknya akan menderita penyakit yang sama sebesar 83%.
Jika salah satu orang tuanya (ayah dan ibu) merupakan penderita diabetes melitus, kemungkinan anaknya juga menderita penyakit yang sama sebesar 53%.
Apabila kedua orang tuanya normal (bukan penderita diabetes melitus) kemungkinan anaknya menderita diabetes melitus sebesar 15%.
Wanita yang pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4kg, dianggap sebagai pradiabetes (Widharto, 2007)
Penyebab diabetes adalah:
Faktor keturunan dan gaya hidup berpengaruh pada peningkatan resiko diabetes. Orang-orang yang memiliki resiko tinggi adalah saudara kandung dari mereka yang menderita diabetes tipe 1, anak-anak yang orang tuanya terkena diabetes tipe 1, orang-orang yang memiliki riwayat keluarga terkena diabetes, mereka yang kelebihan berat badan, kurang berolahraga, atau pada wanita yang memiliki bayi yang beratnya lebih dari 4,5 kg ketika melahirkan.
Kurangnya produksi insulin (baik mutlak atau relatif terhadap kebutuhan tubuh), produksi insulin yang cacat (yang jarang), atau ketidakmampuan sel untuk menggunakan insulin dengan benar dan efisien menyebabkan hiperglikemia dan diabetes.
Jadi, ketika orang dengan diabetes makan glukosa, yang ada pada makanan seperti roti, buah sereal, dan sayuran berpati, kacang-kacangan, susu, yoghurt, dan permen, tidak dapat dikonversi menjadi energi. Bukannya berubah menjadi energi, glukosa tetap ada dalam darah. Inilah sebabnya mengapa kadar glukosa darah lebih tinggi pada orang dengan diabetes.
Tanpa insulin, sel-sel menjadi kekurangan energi glukosa meskipun kehadiran glukosa berlimpah dalam aliran darah. Dalam beberapa jenis diabetes, ketidakmampuan sel untuk memanfaatkan glukosa menimbulkan situasi ironis “kelaparan di tengah-tengah melimpahnya glukosa” karena glukosa berlimpah yang belum digunakan harus diekskresikan ke dalam urin.
Gejala Diabetes Secara Umum
Seringkali, orang terkena diabetes tetapi tidak menyadarinya. Hal ini dikarenakan gejala-gejalanya tampak tidak berbahaya. Namun sebelum Anda didiagnosa diabetes parah dan semakin besar kemungkinan terjadi komplikasi serius, gejala-gejala diabetes berikut bisa menjadi peringatan untuk menjalani hidup lebih sehat.
Diabetes tidak datang secara tiba-tiba. Jika dicermati lebih lanjut, terdapat beberapa gejala diabetes yang biasa dialami oleh penderitanya. Beberapa gejala diabetes secara umum tersebut antara lain adalah:
1. Frekuensi buang air kecil yang terlalu sering. Tingginya kadar glukosa atau gula dalam darah membuat tubuh menarik air dari sel ke darah. ‘Kelebihan’ cairan ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk urin, sehingga frekuensi buang air kecil pun meningkat.
2. sering haus. Tubuh membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak karena frekuensi buang air kecil yang terlampau sering. Rasa haus ini adalah reaksi tubuh agar tetap terhidrasi dari asupan cairan.
3. Rasa lapar yang berlebihan. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi dengan baik; sehingga secara alami tubuh akan memberi respon pada Anda untuk terus makan guna memperoleh lebih banyak energi.
4. Penurunan berat badan secara drastis. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa memakai glukosa secara efektif. Akibatnya lemak akan dipecah untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi sehingga pasien mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba.
5. Kelelahan kronis. Ketika tubuh gagal mengolah glukosa menjadi energi, maka pasien akan terasa lesu dan menjadi mudah lelah.
6. Penglihatan mulai kabur. Kadar glukosa yang terlalu tinggi juga dapat berpengaruh terhadap kemampuan penglihatan pasien diabetes.
Gejala umum:
– Sering buang air kecil – Rasa haus lebih sering – Sering merasa lapar – Berat badan cepat turun – Peningkatan kelelahan – Sifat lekas marah – Penglihatan kabur – Luka dan memar tidak sembuh dengan baik atau dengan cepat – Infeksi sulit sembuh – Kulit Gatal – Gusi berwarna sangat merah dan/atau bengkak/gusi menadik diri dari gig – Sering penyakit gusi/infeksi – Disfungsi seksual pada pria – Mati rasa atau kesemutan, terutama di kaki dan tangan
Dampak Diabetes Terhadap Tubuh
Seiring waktu, diabetes dapat menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf. Jenis kerusakan adalah akibat kerusakan pembuluh-pembuluh kecil, disebut sebagai penyakit mikrovaskuler. Diabetes juga merupakan faktor penting dalam mempercepat pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis), menyebabkan stroke, penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh darah besar lainnya, atau yang disebut penyakit makrovaskuler.
Kerusakan saraf akibat diabetes sering menyerang tangan dan kaki. Gejala-gejala kerusakan saraf antara lain mati rasa, rasa geli, panas atau sakit pada kaki dan betis, dan kadang-kadang di tangan. Kerusakan saraf juga bisa menyebabkan impotensi.
Pengendalian yang baik terhadap gula darah dapat membantu menunda komplikasi. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur ke dokter. Menemukan masalah sedini mungkin merupakan cara terbaik untuk mencegah komplikasi tidak semakin berat.
Waspadai jika muncul tanda-tanda peringatan komplikasi seperti penglihatan kabur, merasa letih atau warna kulit memucat, obesitas, mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki, sering terjadi infeksi dan luka yang lama sembuhnya, sakit di dada, vagina gatal-gatal, atau sakit kepala tak kunjung sembuh.
Kedaruratan diabetes
Penderita (biasanya diabetes type 1) dapat juga mengalami diabetic ketoacidosis, sebuah masalah metabolisme yang dicirikan dengan nausea, vomiting dan nyeri abdomen, bau acetone pada pernapasan, bernapas dalam yang dikenal sebagai Kussmaul breathing, dan pada kasus yang berat berkurangnya tingkat kesadaran.
Jarang, tetapi berat juga adalah kemungkinan adanya Nonketotic hyperosmolar coma, yang lebih umum terjadi pada diabetes type 2 dan hal ini terutama disebabkan adanya dehidrasi.
Komplikasi
Diabetic retinopathy, adalah penyakit mata yang terutama disebakan oleh diabetes, merusak retina di kedua belah mata, menyebabkan masalah penglihatan hingga kebutaan
Ulcers pada kaki adalah komplikasi umum pada diabetes dan dapat mengakibatkan amputasi. Ulcer ini adalah komplikasi lanjut dari gangrene kering dan/atau basah.
Semua bentuk diabetes meningkatkan risiko komplikasi dalam jangka panjang. Hal ini berkembang setelah 10-20 tahun, tetapi bisa saja gejala pertama muncul pada mereka yang belum terdiagnosis selama waktu tersebut.
Komplikasi utama jangka panjang adalah rusaknya pembuluh darah. Penderita diabetes dua kali lebih berisiko untuk mendapat penyakit kardiovaskular[10] dan sekitar 75 persen kematian akibat diabetes disebabkan oleh penyakit jantung korner. Penyakit pembuluh besar lainnya adalah stroke, dan penyakit pembuluh darah tepi (peripheral vascular disease).
Komplikasi pembuluh darah mikro akibat diabetes termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan syaraf. Kerusakan pada mata dikenal sebagai diabetic retinopathy, yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada retina, dan dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan secara berangsur dan akhirnya buta. Kerusakan pada ginjal dikenal sebagai diabetic nephropathy, dapat menimbulkan parut, kehilangan protein, dan kadang-kadang mengalami ginjal kronis, yang kadang-kadang memerlukan dialisa atau transplantasi ginjal. Kerusakan pada syaraf dikenal sebagai diabetic neuropathy, yang biasanya merupakan komplikasi utama dari diabetes. Gejala-gejalnya dapat meliputi numbness, tingling, nyeri, dan sensasi nyeri lainnya, yang bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Diabetic foot (seperti diabetic foot ulcers) mungkin timbul, dan sulit untuk ditangani, kadang-kadang memerlukan amputasi. Sebagai tambahan, proximal diabetic neuropathy menyebabkan nyeri pada muscle wasting dan menjadi lemah.
Terdapat hubungan antara berkurangnya kognitif dengan diabetes. Dibandingkan mereka yang tanpa diabetes, penderita diabetes mengalami penurunan fungsi kognitif 1,2 hingga 1.6 kali lebih besar.
Diagnosis
Penyaringan penyakit diabetes
Jika salah satu faktor risiko diabetes di bawah ini terpenuhi, maka harus dilakukan Penyaringan penyakit dibetes dengan melakukan Tes Gula Darah Puasa dan Tes Gula Darah 2 jam setelah makan. Mengingat melakukan 2 Tes di atas di Laboratorium Klinik biayanya sama besar dengan Tes Toleransi Glukosa, maka sebaiknya langsung saja melakukan Tes Toleransi Glukosa.
Faktor risiko diabetes:[49]
Kelompok usia dewasa tua (45 tahun ke atas).
Kegemukan {BB (kg) > 120% BB idaman atau IMT > 27 (kg/m2)} IMT atau Indeks Masa Tubuh = Berat Badan (Kg) dibagi Tinggi Badan (meter) dibagi lagi dengan Tinggi Badan (cm), misalnya Berat Badan 86 kg dan Tinggi Badan 1,75meter, maka IMT = 86/1,75/1,75 = 28 > 27, berarti memiliki faktor risiko diabetes.
Tekanan darah tinggi (> 140/90 mmHg).
Riwayat keluarga DM, ayah atau ibu atau saudara kandung ada yang terkena penyakit diabetes.
Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram.
Riwayat DM pada kehamilan.
Dislipidemia (HDL < 35 mg/dl dan atau Trigliserida > 250 mg/dl.
Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (glukosa darah puasa terganggu).
Banyak orang berpendapat, bahwa orang kurus tidak dapat terkena diabetes, hal ini tidak benar, terutama orang kurus dengan perut buncit yang disebut obesitas sentral. Menurut Public Health England 2014, seseorang dengan perut buncit apakah kurus apakah gemuk dengan lingkar pinggang melebihi 80 centimeter bagi wanita dan melebihi 90 centimeter bagi pria memiliki tingkat risiko 7 kali lebih besar terkena diabetes daripada yang tidak buncit. Buncit berarti kelebihan asupan makanan dan mengundang terjadinya diabetes.
Simtoma klinis
Simtoma hiperglisemia lebih lanjut menginduksi tiga gejala klasik lainnya:
poliuria - sering buang air kecil
polidipsia - selalu merasa haus
polifagia - selalu merasa lapar
penurunan berat badan, seringkali hanya pada diabetes melitus tipe 1
dan setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis, seperti:
gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan,
gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal
gangguan kardiovaskular, disertai lesi membran basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron,[51]
gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual,
Kata diabetes melitus itu sendiri mengacu pada simtoma yang disebut glikosuria, atau kencing manis, yang terjadi jika penderita tidak segera mendapatkan perawatan.
Pengendalian penyakit diabetes
Ada 4 pilar Pengendalian penyakit diabetes:
Edukasi, pasien harus tahu bahwa penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan dan pengendalian harus dilakukan seumur hidup
Makanan, jika input/masukan buruk, maka output/hasil akan buruk, demikian pula bila makan melebihi diet yang ditentukan, maka kadar gula darah akan meningkat
Olahraga, diperlukan untuk membakar kadar gula berlebih yang ada dalam darah
Obat, hanya jika diperlukan, tetapi bila kadar gula darah telah turun dengan meminum obat, bukan berarti telah sembuh, tetapi harus konsultasi dengan dokter apakah tetap meminum obat dengan kadar yang tetap atau meminum obat yang sama dengan kadar yang diturunkan atau minum obat yang lain
Dalam berdiet pasien harus tahu tentang indeks glikemik, yaitu naiknya kadar gula darah setelah makan makanan tertentu seberat 100 gram dibandingkan dengan minum 100 gram glukosa di mana kenaikan gula darah akibat minum glukosa tersebut dinilai 100 dan makanan tersebut di bawah 100, semakin jauh dari 100 dan mendekati nol semakin baik, artinya makanan tersebut memiliki indeks glikemik rendah dan dicerna (sangat) lambat dan kenaikan kadar gula darahnya tidak cepat. Tetapi yang terbaik adalah mengetahui muatan glikemik, yakni berapa banyak porsi hidrat arang (zat tepung) yang terkandung di sejumlah makanan tersebut dikalikan dengan indeks glikemiknya dan kemudian dibagi 100. Jadi kalau makan makanan dengan indeks glikemik rendah, tetapi dalam porsi yang besar, maka muatan glikemiknya menjadi tinggi dan tentu tidak baik bagi penderita diabetes.
Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.
Hereditas dan Gaya hidup
Diabetes melitus diturunkan, terutama bila kedua orang tuanya penderita diabetes berat, tetapi mulai munculnya Diabetes melitus tipe 2 lebih dipengaruhi oleh Gaya Hidup yang buruk, bahkan pada pasangan yang salah satunya adalah penderita Diabetes Melitus tipe 2, maka pasangannya yang sebelumnya tidak menderita Diabetes melitus tipe 2 pada akhirnya 26 persen dapat juga mengidapnya, karena mengikuti atau terpengaruh oleh Gaya Hidup pasangannya. Lelaki seringkali telat terdeteksi menderita penyakit ini, karena setelah Tahap Anak lelaki jarang mendapatkan Pemeriksaan Laboratorum Klinik, sedangkan wanita setidak-tidaknya pada saat hamil sering memeriksakan dirinya ke Dokter dan juga Laboratorium Klinik.
Riset
Insulin yang dihirup telah dikembangkan. Produk awal telah ditarik, karena efek-efek sampingnya. Afrezza, buatan MannKind Corporation, telah disetujui oleh FDA (BPOMnya Amerika Serikat) untuk dijual secara umum pada bulan Juni 2014. Terdapat beberapa keuntungan dari insulin hirup tersebut: nyaman, mudah digunakan dan sebagai alternatif dari penderita yang tak dapat menggunakan insulin suntik.
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_melitus. Diakses tanggal 10 Mei 2017.
Berdasarkan literatur diatas dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus adalah penyakit dimana kadar gula darah yang berlebihan didalam tubuh seseorang yang disebabkan oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Diabetes melitus terbagi menjadi dua tipe, yaitu IDDM dan NIDDM. Diabetes melitus dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi. Peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) menyebabkan tumpahan glukosa ke dalam urin, sehingga muncul istilah kencing manis. Gangguan tersebut disebabkan kurangnya produksi insulin didalam tubuh yang diperlukan dalam proses pengubahan gula menjadi tenaga. Kekurangan insulin menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah. Pengobatan diabetes melitus dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengkonsumsi lidah buaya yang telah dikupas kulit luarnya, dapat juga dikonsumsi dengan cara dibuat natade coco terlebih dahulu.
SARAN
Pada penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis mempunyai beberapa saran, diantaranya:
Diabetes adalah sebuah penyakit yang dapat dihindari dengan cara mengatur pola hidup sehat dan tidak sering mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula.
Pengobatan penyakit diabetes bisa didapat dengan mudah yaitu menggunakan bahan herbal alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti lidah buaya.
Bahan alami yang digunakan dapat meringankan biaya pengobatan yang biasanya mahal untuk sebagian penderita diabetes.